"Aku Tidak Meminta Dilahirkan"
Oleh : Hafizh Malik Hakim
Jadi, kalau kamu mengatakan “Aku tidak minta dilahirkan”, apa yang sebenarnya kamu minta? Apakah sebelum dilahirkan, kita mengisi formulir dan memasukkan permintaan spesifik seperti—“Mau lahir di keluarga kaya raya”, “Punya kehidupan tanpa masalah”, atau bahkan “Jadi pahlawan super”?
Apakah kita bisa memesan kehidupan kita secara online, seperti memesan makanan dari aplikasi? “Ya, Halo Semesta! Saya mau memesan hidup yang penuh petualangan dan kekayaan, tolong antar ke alamat yang terdaftar”. Maaf, itu tidak mungkin bisa.
Lalu, mengapa kita menggunakan ungkapan ini dengan serius? Mungkin, dalam momen keputusasaan atau frustrasi, kita merasa tidak terhubung dengan tujuan hidup kita. Dan tentu saja, kita ingin menyalahkan orang lain, termasuk alam semesta, atas keadaan sulit yang kita hadapi. Kita bisa melihat bahwa hidup adalah peluang dan hadiah yang unik. Meskipun ada masalah dan tantangan, kita juga memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, menciptakan makna, dan menghargai kehidupan ini.
Daripada mengatakan “Aku tidak minta dilahirkan”, mungkin lebih baik kita berpikir—“Aku minta tantangan, pengalaman, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat!” Misal. Ingatlah, hidup ini aneh dan kadang-kadang lucu, jadi mari kita hadapi dengan senyum dan tenang. Seperti ungkapan : Hidup kadang-kadang bakekok! Ahaha.
.png)
Komentar
Posting Komentar